Browse Title Index


Webinar Nasional Keperawatan: RANALHECOM II

Integrasi Peran Perawat dan Masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia: Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19

  • Seminar Nasional Keperawatan Ranalhecom

    September 6, 2021 – September 7, 2021

2nd NATIONAL CONFERENCE ON LAW STUDIES

CALL FOR PAPER (Untuk Mahasiswa & Dosen) 17-18 November 2020

  • 2nd NATIONAL CONFERENCE ON LAW STUDIES

    November 17, 2020 – November 17, 2020

    SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPPER

    “PEMBANGUNAN HUKUM MENUJU ERA DIGITAL SOCIETY”

    A. PENDAHULUAN

    1. Hukum menawarkan harapan bagi manusia, maka hukum harus didorong menjadi pegangan bagi manusia itu sendiri. Pada dasarnya hukum diciptakan untuk mewujudkan keadilan yang bersifat semeseta dan berlaku adil bagi seluruh umat manusia. Atas dasar paradigma tersebut hukum harus selalu dikawal dan dijaga agar tetap sesuai dengan kerangka nilai-nilali serta norma kemanusiaan.
    2. Pembentukan hukum yang dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat, sudah diungkapkan oleh Filsuf sekaligus pengacara zaman Romawi Kuno, Cicero menyatakan pada suatu adagium terkenal Ubi Societas Ubi Ius, dimana ada masyarakat disana ada Hukum, demi hakikat kehidupan manusia yang cenderung keinginannya kepada kehidupan yang lebih damai, tentram dan tercipta rasa aman. Namun, dewasa ini terlihat hukum yg di buat oleh manusia belum sepenuhnya kearah hakikat tersebut.
    3. Dinamika kehidupan bermasyarakat dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat. Perkembangan tersebut meniscayakan sebuah perubahan kepada kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Perubahan akulturasi dengan sentuhan tekhnologi informasi tidak dapat ditolak saat era digitalisasi dalam berbagai aspek mulai involved dalam kehidupan bermasyarakat. Misal saja kepemilikan sosial media yang hampir dimiliki setiap individu warga masyarakat.
    4. Era Digital Society 5.0 menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, harus diseimbangkan dengan regulasi yang lebih fleksibel tanpa membebani salah satu pihak manapun dan peraturan tersebut juga harus bersifat lebih futuristik.
    5. “Pembangunan Hukum Menuju Era Digital Society” dipilih sebagai kajian utama yang akan disajikan para panelis/narasumber pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Unversitas Pembangunan Nasional “Veteren” Jakarta. Melalui kepanitiaan khusus dari Fakultas Hukum seminar nasional ini diharapkan menjadi wujud kontribusi aktif mahasiswa dan dosen untuk menjawab tantangan melalui karya tulis ilmiah yang akan di paparkan dan kemudian publikasikan pada Jurnal Ilmiah di tingkat nasional.

     

    REGISTRATION 2nd NCOLS

    [National Conference On Law Studies & Call For Paper ]
    Halo, teman teman semuanya!
    Yuk hadir dan ikuti keseruan dari acara NCOLS 2.0

    NCOLS itu apa sih? Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk seminar nasional dan pembuatan Jurnal Ilmiah yang akan dipublikasikan dalam prosiding dan jurnal nasional bereputasi.

    Yang mana pada Tahun ini NCOLS mengangkat Tema "LEGAL DEVELOPMENT TOWARDS A DIGITAL SOCIETY ERA"

    Bagi yang ingin Registrasi dari proses abstrak sampai dengan akhir silahkan klik link dibawah ini :

    1. Pengumpulan Abstrak :10-30 Oktober 2020

    2. Pengumpulan Full Paper :1-10 November2020

    3. Pelaksanaan Seminar Nasional :17 November 2020

    4. Panel Presentasi Jurnal :18 November 2020

    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

    • Dinda Putri Aulia (Odi) 
      Line : odiptras
      Wa : 085156356371
    • Josua Panggabean (Josua) 
      Line : josuapanggabean
      Wa : 081391282658

     

The 3rd International Conference on Law Studies 2021

General purpose of this conference is to discussing about law enforcement issues regarding current pandemic era
The special purpose of the conference are as follows:
・as a forum meeting and sharing information between resources and researchers
・as place to resolve and socialize the cross-border issues related to law enforcement
・to develop and strengthening research networks partnership

- benefits
The expected benefit of this conference is enhancing quality and quantity of research publication by publishing participants' paper in a appointed journal

  • Call for paper

    April 23, 2021 – April 24, 2021
  • International Conference on Law Studies

    April 23, 2021 – April 23, 2021

    Law Enforcement in Pandemic Covid-19 Era: Experience and Comparation in Global Context

    The highly contagious Covid-19 affected the global economy. As an economic crisis is hitting all regions across the world, some countries are recorded experiencing recession like the United States, Germany, France, Italy, South Korea, Japan, Hong Kong, Singapore and the Philippines. Likewise, the economy of Indonesia is predicted to encounter a serious economic recession due to the outbreak. Along with Indonesia, Malaysia and Singapore have taken a serious step by providing a massive injection of funds for their economic stabilization. The coronavirus outbreak dramatically impacted the economic sector, since the number of unemployment rise, inflation, decrease in import, contraction in PMI manufacturing, and a significant drop on the tourism industry cause a decrease in occupancy. Those situations have generated a high trend of crime due to economic pressure. Not only the economic situation, the violations of large-scale social restrictions (PSBB) also become a major concern of the Indonesian government.

The 2nd International Conference on Health Development

This international conference aims:

  • to provide the audience with views and visions roles and challenges of health sector in its contribution to create qualified human resource;
  • to facilitate the knowledgeable and scientific people to perform their part on international platform in preparing next generation;
  • to attract several national and international parties (government, education institution, scholars, practitioners, researchers and other parties) to participate in providing the best contributions for health development.

  • The 2nd International Conference on Health Development

    October 18, 2020 – October 19, 2020

Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat 2020

Membangun SDM Unggul untuk Indonesia Maju melalui Upaya Kesehatan Ibu dan Anak

  • Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat 2020

    January 28, 2020 – January 28, 2020

KORELASI I (Konferensi Riset Nasional Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi)

Jakarta Selatan, ID

Januari 23, 2020 – Januari 23, 2020

KORELASI (Konferensi Riset Nasional Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Call for Papers diperuntukan bagi mahasiswa S1/S2 FEB dari Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia yang sedang menyusun Skripsi/Tesis atau yang sudah  mengikutu sidang Skripsi/Tesis. Dengan publikasi E-Prosiding. Korelasi Difasilitasi dengan presentasi online bagi peserta diluar jabodetabek

  • Konferensi Riset Nasional Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi I

    January 30, 2020 – January 30, 2020

    Jakarta Selatan, ID

    Januari 23, 2020 – Januari 23, 2020

    KORELAS I (Konferensi Riset Nasional Manajemen, Akuntansi, Ekonomi) di tahun 2020 merupakan konferensi keilmuan bidang manajemen, akuntansi, dan ekonomi yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

    Pada tahun ini, fokus KORELASI I adalah agar naskah yang terkumpulkan dapat didiseminasikan dalam publikasi E-Prosiding.

    Tema KORELAS I adalah Transformasi Ekonomi Indonesia di Era Disrupsi dalam Mewujudkan Ketahanan Negara Peran Sektor Korporasi dan Publik.

    Fokus dan Ruang Lingkup KORELASI I meliputi:

    1. Akuntansi :
    • Akuntansi Manajemen
    • Akuntansi Keuangan
    • Auditing
    • Perpajakan
    • Akuntasi Sektor Publik
    1. Manajemen :
    • Manajemen SDM
    • Manajemen Keuangan
    • Manajemen Pemasaran
    • Manajemen Strategik
    • Manajemen Operasional
    1. Ekonomi Pembangunan :
    • Ekonomi Publik
    • Ekonomi Moneter
    • Ekonomi Pembangunan
    1. Ekonomi  Syariah :
    • Akuntansi Syariah
    • Perbankan dan Lembaga
    • Keuangan Syariah
    • Industri Halal

    Petunjuk Penulisan : https://s.id/PetunjukpenulisanKORELASI2020

    link upload: https://ocs.upnvj.ac.id/index.php/korelasi/2020/user/account


NCOLS 2019

2nd National Conference On Law Studies 2020

  • National Conference On Law Studies 2019

    December 17, 2019 – December 18, 2019

    NCOLS 2019 (National Conference on Law Studies)

    Thema : Hukum dan Kemanusiaan Dalam Era Digital

     

    PENDAHULUAN

    1. Hukum menawarkan harapan bagi manusia, maka hukum harus didorong menjadi pegangan bagi manusia itu sendiri. Pada dasarnya hukum diciptakan untuk mewujudkan keadilan yang bersifat semeseta dan berlaku adil bagi seluruh umat manusia. Atas dasar paradigma tersebut hukum harus selalu dikawal dan dijaga agar tetap sesuai dengan kerangka nilai-nilali serta norma kemanusiaan.
    2. Pembentukan hukum yang dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat, sudah diungkapkan oleh Filsuf sekaligus pengacara zaman Romawi Kuno, Cicero menyatakan pada suatu adagium terkenal Ubi Societas Ubi Ius, dimana ada masyarakat disana ada Hukum, demi hakikat kehidupan manusia yang cenderung keinginannya kepada kehidupan yang lebih damai, tentram dan tercipta rasa aman. Namun, dewasa ini terlihat hukum yg di buat oleh manusia belum sepenuhnya kearah hakikat tersebut.
    3. Dinamika kehidupan bermasyarakat dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat. Perkembangan tersebut meniscayakan sebuah perubahan kepada kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Perubahan akulturasi dengan sentuhan tekhnologi informasi tidak dapat ditolak saat era digitalisasi dalam berbagai aspek mulai involved dalam kehidupan bermasyarakat. Misal saja kepemilikan sosial media yang hampir dimiliki setiap individu warga masyarakat.
    4. Banyak sekali nilai kemanusiaan yang sudah pudar dikarenakan perkembangan teknologi saat ini. Banyak manusia yang lupa bahwa ada Sesuatu yang lebih besar keberadaannya dibanding teknologi. Banyak manusia yang sampai men”Tuhan”kan teknologi diakarenakan perkembangan teknologi yang sangat pesat, mudah digunakan, dan mudah ditemukan. Dan hal ini terjadi lebih banyak pada kaum remaja,
    5. Era digital juga membuat ranah privasi orang seolah-olah hilang. Data pribadi yang terekam di dalam otak komputer membuat penghuni internet mudah dilacak, baik dari segi kebiasaan berselancar atau hobi. Era digital bukan persoalan siap atau tidak dan bukan pula suatu opsi namun sudah merupakan suatu konsekuensi. Teknologi akan terus bergerak ibarat arus laut yang terus berjalan ditengah-tengah kehidupan manusia. Maka tidak ada pilihan lain selain menguasai dan mengendalikan teknologi dengan baik dan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusiaan.
    6. Era digital harus disikapi dengan serius, menguasai, dan mengendalikan peran teknologi dengan baik agar era digital membawa manfaat bagi kehidupan manusia harus ditangkap oleh Perguruan Tinggi baik Dosen maupun Mahasiswa, sesuai dengan pernyataan Mohamad Nasir mantan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan revolusi industry 4.0. Oleh karenaya mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin selama kuliah di kampus, memberikan kajian-kajian mendalam mengenai perkembangan tekhnologi, bagaimana mengatasi dampak negatifnya, memeberikan pemerintah masukan regulasi apa yang dibutuhkan hingga menciptakan inovasi dan kreativitas terbarukan.
    7. Tema “Hukum dan Kemanusiaan di Era Digital” dipilih sebagai kajian utama yang akan disajikan para panelis/narasumber pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Unversitas Pembangunan Nasional “Veteren” Jakarta. Melalui kepanitiaan khusus dari Fakultas Hukum seminar nasional ini diharapkan menjadi wujud kontribusi aktif mahasiswa dan dosen untuk menjawab tantangan melalui karya tulis ilmiah yang akan di paparkan dan kemudian publikasikan pada Jurnal Ilmiah di tingkat nasional

     

     


Business, Management, Economic, and Accounting (BIEMA) National Seminar

The 4th BIEMA (Business, Management, Economic, and Accounting National Seminar) di tahun 2021 merupakan konferensi ilmiah di ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. BIEMA mengadakan kegiatan call for paper, dimana jurnal yang masuk akan diseleksi dan diterbitkan di jurnal atau e-prosiding. Kami bekerja sama dengan jurnal-jurnal nasional untuk ikut menyeleksi dan menerbitkan jurnal yang lolos verifikasi. Adapun untuk e-prosiding (ISSN 2746-7910) sudah terindeks google scholar dengan link berikut ini e-proceeding

  • The 4th BIEMA 2021

    August 12, 2021 – August 12, 2021

    The 4th BIEMA (Business, Management, Economic, and Accounting National Seminar) 2021 merupakan konferensi ilmiah di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. The 4th BIEMA mengadakan kegiatan Call for Paper, dimana jurnal yang masuk akan diseleksi dan berkesempatan untuk dipublikasikan di jurnal nasional dan e-Prosiding. The 4th BIEMA bekerja sama dengan lebih dari 40 jurnal nasional untuk ikut menyeleksi dan mempublikasikan artikel yang lolos review. Selain itu, artikel yang tidak lolos publikasi jurnal nasional berkempatan untuk dipublikasikan pada e-Prosiding BIEMA (ISSN 2746-7910) yang sudah terindeks google scholar.

    Bidang Kajian 4th BIEMA
    meliputi:

     

    Ekonomi Pembangunan

    • Ekonomi Publik
    • Ekonomi Moneter
    • Ekonomi Pembangunan

    Ekonomi Syariah

    • Ekonomi Syariah
    • Perbankan dan Keuangan Syariah
    • Industri Halal

    Manajemen

    • Manajemen SDM
    • Manajemen Keuangan
    • Manajemen Pemasaran
    • Manajemen Stratejik
    • Manajemen Operasional

    Akuntansi

    • Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
    • Akuntansi Biaya dan Manajemen
    • Pengauditan dan Pengendalian Internal
    • Akuntansi Perpajakan
    • Sistem Informasi Akuntansi
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Akuntansi Sektor Publik
    • Akuntansi Syariah
    • Tatakelola Perusahaan

    Jurnal Mitra The 4th BIEMA 2021 :

    • JAKI: Jurnal Akuntansi Keuangan Indonesia (Univ. Indonesia) - Sinta 2
    • JAK: Jurnal Akuntansi (Univ. Siliwangi) - Sinta 3
    • Profita: Jurnal Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan (Univ. Mercu Buana) - Sinta 3
    • Jurnal Ekonomi dan Bisnis, (UPNVJ) - Sinta 4
    • Jurnal Equity, (UPNVJ) - Sinta 4
    • JIAFE: Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi (Univ. Pakuan Bogor) - Sinta 4
    • JIMFE: Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi (Univ. Pakuan Bogor) - Sinta 4
    • JIMB: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (Univ. Mercu Buana) - Sinta 4
    • Jurnal Akunida (Univ. Djuanda) – Sinta 5
    • Syi`ar Iqtishadi : Journal of Islamic Economics, Finance and Banking (UNTIRTA) - Sinta 5
    • Visionida Jurnal Manajemen (Univ. Djuanda Bogor) - Sinta 6
    • JIEFeS: Journal of Islamic Economics and Finance Studies (UPNVJ) - Non Sinta
    • Journal of Islamic Accounting and Finance Research (UIN Semarang) -Non Sinta
    • Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (Univ. Kristen Duta Wacana) - Non Sinta
    • JAKMAN : Jurnal Akuntansi Keuangan dan Manajemen (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • SIMO: Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • BUKHORI : Kajian Ekonomi dan Keuangan Islam (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • JPBD: Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • IJFAM: International Journal of Financial, Accounting, and Management (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • AMOR: Annals of Management and Organization Research (Goodwood Publishing) – Non Sinta
    • JDBM: Journal of Digital Business  and Marketing (Goodwood Publishing) - Non Sinta
    • Dirham: Journal of Sharia Finance and Economics (Goodwood Publishing) - Non Sinta
    • El-Iqtishod Jurnal Kajian Ekonomi Syariah (Institut Parahikma Makassar) - Non Sinta
    • Manova: Jurnal Manajemen dan Inovasi (UIN Surabaya) - Non Sinta
    • JIESS: Journal of Islamic Economic and Social Science (Univ. Mercu Buana) - Non Sinta
    • Jurnal PenaMas Akuntansi (Univ. Mercu Buana) - Non Sinta
    • JIES: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial (Univ. Mercu Buana) - Non Sinta
    • Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa (Univ. Pelita Bangsa, Cikarang) -Non Sinta
    • Syarikah: Jurnal Ekonomi Islam (Univ. Djuanda Bogor) -Sinta 4*
    • Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah (Univ. Djuanda Bogor) -Sinta 4*
    • Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam (UIN SMH Banten) -Sinta 4*
    • Balance: Journal of Islamic Accounting (IAIN Tulung Agung) -Non Sinta*
    • dan beberapa jurnal nasional lainnya

    * dalam konfirmasi

    JAKMAN : Jurnal Akuntansi Keuangan dan Manajemen (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    SIMO: Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    BUKHORI : Kajian Ekonomi dan Keuangan Islam (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    JPBD: Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    IJFAM: International Journal of Financial, Accounting, and Management (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    AMOR: Annals of Management and Organization Research (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    JDBM: Journal of Digital Business  and Marketing (Goodwood Publishing) – Non Sinta

    Dirham: Journal of Sharia Finance and Economics (Goodwood Publishing) – Non Sinta

  • 3rd BIEMA 2020

    September 8, 2020 – September 9, 2020

     

    Tema 3rd BIEMA adalah Strategi Pencegahan Resesi Ekonomi dengan Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

    Kajian Ilmu 3rd BIEMA meliputi:

    1. Manajemen
    2. Akuntansi
    3. Ekonomi Pembangunan
    4. Ekonomi Syariah
    5. Kewirausahaan
    6. Akuntansi dan Keuangan Syariah
    7. Industri Halal

    Pada tahun ini, fokus 3rd BIEMA 2020 adalah agar naskah yang terkumpulkan dapat didiseminasikan dalam bentuk Jurnal maupun e-Prosiding. Oleh karena itu, berikut jurnal yang bekerja sama untuk menerbitkan naskah 3rd BIEMA:

    • Jurnal Ekonomi dan Bisnis, UPNVJ (SINTA 4)
    • Jurnal Equity, UPNVJ (SINTA 4)
    • Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, UNPAK (SINTA 4)
    • Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, STEI SEBI (SINTA 4)
    • Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia (JASPT), Forum Dosen Indonesia (SINTA 5)
    • Studi Akuntansi dan Keuangan Indonesia (SAKI), Universitas Prasetiya Mulya (under review SINTA)
    • Journal of Islamic Economics and Finance Studies (JIEFeS), UPNVJ (under review SINTA)
    • Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan (JIAKES), Institut Bisnis dan Informatik Kesatuan (Under Review SINTA)
    • Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan (JIMKES), Institut Bisnis dan Informatik Kesatuan (under review SINTA)

     

  • 2nd BIEMA 2019

    November 14, 2019 – November 15, 2019

    2nd BIEMA (Business, Management, Economic, and Accounting National Seminar) di tahun 2019 merupakan konferensi keilmuan bidang bisnis, manajemen, ekonomi, akuntansi, ekonomi syariah, serta akuntansi dan keuangan syariah yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

    Pada tahun ini, fokus 2nd BIEMA adalah agar naskah yang terkumpulkan dapat didiseminasikan dalam bentuk jurnal. Oleh karena itu, berikut jurnal yang bekerja sama untuk menerbitkan naskah 2nd BIEMA:

    • Jurnal Ekonomi dan Bisnis, UPNVJ (SINTA 4)
    • Jurnal Equity, UPNVJ (SINTA 4)
    • Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, UNPAK (SINTA 4)
    • Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi, UNPAK (SINTA 4)
    • Jurnal Riset Akuntansi dan Komputerisasi, UNISMA (SINTA 4)
    • Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, STIE SEBI (SINTA 4)
    • Journal of Economics, Business, and Government Challenges, UPN Jatim (under review SINTA)
    • Journal of Management and Leadership, Tenri Abeng University (under review SINTA)
    • Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, Universitas Mercu Buana (under review SINTA)
    • International Humanities and Applied Science Journal (IHASJ), Universitas Mercu Buana (under review SINTA)
    • INDIKATOR: Jurnal Manajemen & Bisnis, Universitas Mercu Buana (under review SINTA)
    • Studi Akuntansi dan Keuangan Indonesia (SAKI), Universitas Prasetiya Mulya (under review SINTA)
    • Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, Universitas Mercu Buana
    • Jurnal Doktoral Manajemen, Universitas Mercu Buana
    • Journal of Islamic Economics & Social Science, Universitas Mercu Buana

    Tema 2nd BIEMA adalah Peranan Financial Technology dalam Mempertahankan Kedaulatan Ekonomi Indonesia.

    Subtema 2nd BIEMA:

    1. Finansial Teknologi: Gelombang Inovasi Teknologi dalam Layanan Finansial
    2. Masa Depan Peran Sumber Daya Manusia dalam Layanan Finansial
    3. Penegakan Hukum dalam Finansial Teknologi
    4. Dampak Finansial Teknologi dalam Pandangan Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi
    5. Peran Finansial Teknologi Syariah dalam Pertumbuhan Ekonomi
    6. Finansial Teknologi dalam Akuntansi dan Keuangan Syariah

    Kajian Ilmu 2nd BIEMA meliputi:

    1. Manajemen
    2. Akuntansi
    3. Ilmu Ekonomi
    4. Ekonomi Syariah
    5. Kewirausahaan Bisnis
    6. Hukum
    7. Akuntansi dan Keuangan Syariah

Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

  • Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

International Conference on Health Development

  • First International Conference on Health Development

    November 23, 2019 – November 24, 2019


    This international conference aims:

    • to provide the audience with views and visions roles and challenges of health sector in its contribution to create qualified human resource;
    • to facilitate the knowledgeable and scientific people to perform their part on international platform in preparing next generation;
    • to attract several national and international parties (government, education institution, scholars, practitioners, researchers and other parties) to participate in providing the best contributions for health development.

JICOSSH2019

Welcome to Jakarta International Conference on Social Sciences and Humanities (JICoSSH).  The conference will take place at Aston Priority Hotel, Jakarta, Indonesia, on 15th November 2018. It is organized by the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.  The theme of JICoSSH 2018 is Nationalism, De-radicalization, Sustainability, and World Harmony in Digital Era. This conference aims to explore some critical facts that recently happened. These include poverty gap, the emergence of various radical movement, the environmental degradation and other issues. Therefore, the keynote and invited speakers in this conference are researchers that are well-known and reputable in the fields related to these issues.

  • Main Event

    November 11, 2019 – November 12, 2019

    After Cold War, identity becomes a discourse that is often discussed by global society. Even since that time we seem to live in a world where identity becomes something important, both conceptually, theoretically, until it becomes a fact contested in contemporary political life (Gilroy, 1997: 301). The result is that various problems in the world today are also determined by identity cases. In the 1990s, the Balkan War and the Rwandan Conflict became a concrete form of identity issues. Samuel Huntington’s thesis (1993; 1996) “The Clash of Civilizations” also raised the issue of identity in the academic realm and became a widespread conversation, especially when the events of 9/11 occurred in the United States (US).

    The ongoing globalization also contributes to massive migration. For example, in the economic sector, many people move to a country that is considered capable of increasing welfare. While in the political sector, many people have fled from prolonged conflicts to countries that are considered capable of providing protection and security. But the problem that then arises is when migrants are considered as foreigners or “the other” by the natives. This then triggers nativism and chauvinism, as seen in populist political platforms in Europe (Müller, 2016; Kudors & Pabriks, 2017). Openly, the group stated itself as anti-European Union (EU) and anti-immigrant (Sandelind, 2014; Martinelli, 2016).

    In addition to immigration cases, Europe also faces other issues of identity, namely separatism that occurs in several countries. Strengthening identity at the ethnic level creates political upheaval which results in demands for independence from the parent country. Many reasons behind this separatist movement, such as: economy, politics, and culture. Two examples of interesting cases occur in Scotland in 2014 and Catalan in 2017. The two autonomous regions held a referendum to free themselves from their countries, Great Britain and Spain. However, the referendum ended not as expected. The majority of Scottish people still want to join the United Kingdom, while the Spanish Government annulls the results of the Catalan referendum because it considers it illegal and not in accordance with the constitution. What happened in Scotland and Catalan is just an example of the problem of identity that has been rolling as a real action. The efforts of separatism are actually also taking place in several other places in Europe, but have not yet arrived at the real demand for independence. Some of these areas, including: Brittany in France; Basque in Spain; Wallonia and Flanders in Belgium; South Tyrol, Lombardy and Veneto in Italy, to Bavaria in Germany. Of course this identity problem must be able to be overcome immediately in order to avoid potential conflicts that can arise in the future.

    The phenomenon that occurred in Europe also take place in Asia. Identity is a problem that draws some attention. The issue of religious identity can be seen from the Syrian conflict which has brought about the Sunni-Syi’ah issue or the Moro conflict in the Philippines between Muslim-Christian groups. While ethnic identity appears in Kurdish efforts to form a Kurdistan state consisting of parts of Turkey, Iran, Iraq and Syria. In addition, there are also Rohingya crises and Balochistan’s efforts to secede from Pakistan. While the election of Shinzo Abe as Prime Minister (PM) of Japan for the second time in 2012, Narendra Modi’s victory in India in 2014, and Rodrigo Duterte in 2016 are considered as a symbol of the rise of populist nationalism in Asia. Not surprisingly, Cas Mudde (2018) states that populism has been transformed as a concept that defines the age we live in today.

    Looking at the various phenomenon above, identity will play a significant role in the future. The increasingly rapid flow of information has increased awareness of ethnic and religious identity. At the local level, the failure of the state to meet public expectations of justice and prosperity also provoked the desire of certain groups to move and pursue demands, both to pursue autonomy and independence as a whole. While at the global level, awareness of nationalism actually makes the country increasingly strengthen its defenses, tighten its borders, and protect its economy in order to create a sense of security for its citizens.

    Then how should we look at the impact of globalization on identity where all the parties that involve do not on the same page? Giorgio Shani (2011) states that there are at least four impacts. First, the globalist group states that the role of the nation-state is increasingly eroded by the emergence of Global Civil Society which emphasizes individual rights. Second, skeptics consider that nation-states are still the main subject in determining the identity politics of their citizens. Third, Huntington assumes that the identity of the nation-state will be replaced by a civilian identity that is more general and complex. Fourth, proponents of transformationalism argue that globalization will create a hybridity or mix of diverse identities

    The impact above is a sign that the issue of identity must be resolved immediately. The differences are feared to present a potential conflict. At least by building a shared awareness of the meaning of identity itself in a world that is constantly changing. The discussion of identity becomes more crucial than before considering the stages of human history have arrived in the VUCA era (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous) where there is no clarity or certainty about the current and future situations or conditions. In the political context, the question that arises is, “Is the international system still unipolar with the US as a hegemon?” If so, then how do we interpret the role of the European Union, Russia, and China in the international political map? Regarding technology, many experts consider that we are entering the Industrial Revolution 4.0 era which prioritizes automation (smart factory) and data exchange using cyber system devices in which there is the Internet of Things (Rojko, 2017; Xi, David, & Kim, 2018). Meanwhile, the achievement of technology 4.0 has ushered people in a disruptive era that was previously unimaginable because it quickly changed the economic and business outlook. There are at least four things that are affected by the existence of disruption. First, the more massive development of artificial intelligence (AI) helped change the value chain for creativity-based content. Second, increasingly deep technological developments change creative experiences. Third, the creation of convergence between the economic platform and creativity. Fourth, there is a balance of interests between the public and private sectors through ongoing dialogue and collaboration (WEF, 2018). The above impacts for Klaus Schwab (2018) have brought people to the era of globalization 4.0.

    So what should we do to deal with this situation? On the one hand there is a local identity which, for some parties, remains the foundation for carrying out life activities. But on the other hand, the globalization of global 4.0 has brought humanity to a new situation that is rapidly changing, uncertain, complex, and ambiguous. The four forms of this situation also make information and communication flows faster, but also difficult to control. As a result, hoaxes or hoaxes are more easily circulated to be trusted by someone without having to check the truth again. Trust is basically a justification for the identity that is owned and believed. Thus identity becomes a relative thing, but also rigid at the same time. From here, post truth society then develops and shifts the meaning of truth.

    Based on the explanation above, we, the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) of the National Development University “Veteran” Jakarta (UPNVJ) intend to hold an international conference. The aim is to discuss existing problems while capturing ideas and thoughts from experts to produce alternative solutions. As a State Defense College, UPNVJ has a moral responsibility to maintain a local identity in order to produce citizens who have a strong commitment to progress as well as the survival of their nation. But, on the other hand, as an academic institution, the UPNVJ is also aware of changes in the world that also influence and shape contemporary global identity. Therefore each individual must also realize that at this time they have become citizens of the world. Thus the UPNVJ seeks that the discourse of attraction or intersection between local and global identities does not lead to conflict between humans, but is always directed towards world peace.

SEMINAR NASIONAL INFORMATIKA, SISTEM INFORMASI DAN KEAMANAN SIBER

SEINASI-KESI merupakan kependekan dari SEMINAR NASIONAL INFORMATIKA, SISTEM INFORMASI DAN KEAMANAN SIBER. SEINASI-KESI diharapkan menjadi konferensi berkala yang fokus dalam bidang teknologi dan informatika juga keamanan sistem informasi siber yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari tiga program studi yang ada pada Fakultas Ilmu Komputer. Dari pertemuan ini diharapkan akan terjadi diskusi, sharing pengalaman, penelitian tentang perkembangan teknologi dan aplikasinya dalam berbagai macam bidang.

  • SeinasiKesi2018

  • SeinasiKesi2019

    December 1, 2018 – December 1, 2018

    SEINASI-KESI merupakan kependekan dari SEMINAR NASIONAL SISTEM INFORMASI INFORMATIKA DAN KEAMANAN SIBER.

    SEINASI-KESI diharapkan menjadi konferensi berkala yang fokus dalam bidang teknologi dan informatika juga keamanan sistem informasi siber yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari tiga program studi yang ada pada Fakultas Ilmu Komputer.

    Dari pertemuan ini diharapkan akan terjadi diskusi, sharing pengalaman, penelitian tentang perkembangan teknologi dan aplikasinya dalam berbagai macam bidang.


Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

    Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat

    Tema : Menumbuhkembangkan jati diri perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat yang inovatif, berdaya saing dan beridentitas bela negara.

    Jumat, 16 November 2018

    Naskah artikel akan dipublikasikan dalam bentuk Prosiding Ber-ISBN.

    Prosiding akan terindeks di :

    Indonesia One Search Google Scholar

     




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.